Home » News » Kebanggaan Kayong Utara: Kengkarangan Simpang Matan Diakui Kemendikbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Kebanggaan Kayong Utara: Kengkarangan Simpang Matan Diakui Kemendikbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Radar Ketapang 04 Feb 2026 124

RadarKetapang.Com — Pemerintah Kabupaten Kayong Utara meraih pencapaian prestisius dalam pelestarian budaya lokal. Tradisi sastra lisan khas wilayah Matan Tanjungpura, yaitu Kengkarangan Simpang Matan (Syair Gulung), secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kepada Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari. Penyerahan dilakukan bertepatan dengan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke-69 di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (28/1/2026).

Wakil Bupati Amru Chanwari menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas apresiasi tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen dan keseriusan Kabupaten Kayong Utara dalam menjaga kekayaan kearifan lokal agar tetap lestari di tengah zaman.

“Alhamdulillah, sebuah kebanggaan bagi kami pada peringatan HUT Pemprov Kalbar ke-69, Kayong Utara mendapat penghargaan warisan budaya takbenda. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur beserta penyelenggara,” ungkap Amru Chanwari.

Kengkarangan Simpang Matan merupakan warisan budaya takbenda berupa tradisi sastra lisan yang berakar kuat dari zaman Kerajaan Matan Tanjungpura. Tumbuh subur di lingkungan masyarakat Melayu setempat, sastra ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan syair Melayu dari daerah lain.

Sesuai namanya, “Syair Gulung” memiliki ciri khas unik di mana naskah syair ditulis di atas kertas panjang dan digulung kembali setelah dibacakan. Terdapat etika khusus dalam proses ini, yakni ujung kertas harus digulung ke arah luar.

Secara fungsi, Kengkarangan Simpang Matan bukan sekadar hiburan. Sejak dahulu, syair ini dilantunkan dalam acara adat dan keagamaan untuk menyampaikan nasihat, kritik sosial, serta ajaran moral kepada masyarakat. Pengakuan sebagai WBTB ini mempertegas identitas budaya Kayong Utara di tingkat nasional.

Meskipun sempat terancam punah, saat ini upaya pelestarian terus digencarkan. Generasi muda di Kayong Utara mulai kembali mempelajari seni pelantunan dan penulisan syair gulung ini, sehingga tradisi tersebut kembali populer dan tetap hidup di tengah masyarakat.

Selain penghargaan WBTB, dalam kesempatan yang sama Pemkab Kayong Utara juga meraih penghargaan sebagai terbaik kedua tingkat provinsi dalam pengumpulan dan pengusulan nama Rupabumi melalui Sistem Informasi Nama Rupabumi (SINAR). Sebanyak 666 data nama rupabumi, termasuk unsur alami, buatan, dan warisan budaya, berhasil diinput sepanjang tahun 2025.

Prestasi ganda ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh elemen masyarakat di Kayong Utara untuk terus menggali dan menjaga warisan leluhur. Dengan payung hukum dan pengakuan resmi, Kengkarangan Simpang Matan kini memiliki pondasi kuat untuk terus dikembangkan sebagai aset wisata budaya masa depan.

*Pro/Tim

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
TPP Umumkan Penjaringan Ketum ABTI Kalbar 2026–2030, Berkas Administrasi Cazanova Mulai Diverifikasi

Radar Ketapang

09 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua Umum Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia Kalimantan Barat (Pengprov ABTI Kalbar) periode 2026–2030, Sholihin, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini baru incumbent Cazanova yang resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum. “Setelah TPP terbentuk, kami langsung mengumumkan pendaftaran calon Ketum ABTI Kalbar pada tanggal 5 …

HUT ke-7 IJTI Kalbar: Dari Seminar Digitalisasi, Lomba Video Berita, Hingga Doa Bersama Bencana

Radar Ketapang

09 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kalimantan Barat (Pengda IJTI Kalbar) menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam di Indonesia. Unjukan doa ini ditujukan bagi para korban bencana Karhutla di Kalimantan, erupsi Anak Gunung Krakatau, hingga musibah gempa bumi di NTT. Agenda doa bersama sekaligus syukuran …

Persiapan Matang Jelang Muswil VII MA Kalbar, Cari Nakhoda Baru Periode 2026–2031

Radar Ketapang

03 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Pimpinan Wilayah Mathla’ul Anwar (PW MA) Provinsi Kalimantan Barat siap menyelenggarakan perhelatan lima tahunan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 7 September 2026. Mengusung tema strategis “Membangun Peradaban Umat, Menuju Kemandirian Bangsa”, agenda ini menjadi tonggak penting bagi keluarga besar Mathla’ul Anwar di Kalimantan Barat untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan …

Sentil CSR Perusahaan Perkebunan, Wagub Kalbar: Kalau Masih Ada Kawasan Kumuh Berarti Belum Baik

Radar Ketapang

18 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan krusialnya penguatan tata kelola sektor kelapa sawit melalui peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, optimalisasi kontribusi korporasi bagi daerah, serta dukungan penuh terhadap implementasi kebijakan ekspor satu pintu. Kebijakan strategis ini menjadi arahan langsung pemerintah pusat melalui Danantara. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama perwakilan …

Sebut Target Evi Realistis, Sekjen Herman Khaeron Minta Demokrat Kalbar Rebut Kembali Kejayaan 2009

Radar Ketapang

18 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan tiga hal penting kepada seluruh kadernya di Kalimantan Barat (Kalbar) jika ingin mengamankan kemenangan besar pada gelaran pemilu mendatang. Pesan strategis tersebut disampaikan langsung oleh AHY saat membuka secara resmi agenda Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat yang berlangsung pada Jumat …

Ingatkan Larangan Tebang Pohon Sembarangan, Edi Rusdi Kamtono: Wajib Ganti Minimal 50 Hingga 100 Bibit

Radar Ketapang

18 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong penyelenggaraan pameran flora dan fauna sebagai sarana strategis untuk mempromosikan kekayaan hayati Kalimantan Barat (Kalbar). Selain sebagai ajang edukasi, pameran ini dibidik menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama di tengah momentum musim panen buah di daerah tersebut. Agenda pameran ini berpusat di halaman Kolam Renang Ampera …

Hot Categories