Home » Ale Ale » Nelayan Muara Pawan Sebut Pertumbuhan Kapal Baru Tak Sebanding dengan Alokasi Solar

Nelayan Muara Pawan Sebut Pertumbuhan Kapal Baru Tak Sebanding dengan Alokasi Solar

Radar Ketapang 11 Mei 2026 86

RadarKetapang.Com — Komunitas nelayan dari Desa Tempurukan dan Desa Sungai Awan Kiri memberikan klarifikasi resmi terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang sempat mencuat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Tempurukan pada Jumat (08/05/2026) siang, para nelayan menegaskan bahwa sistem penyaluran melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) setempat sebenarnya telah berjalan tepat sasaran.

Indi, salah satu nelayan asal Tempurukan, menjelaskan bahwa yang terjadi bukanlah kelangkaan stok secara teknis, melainkan keterbatasan kuota yang tidak lagi sebanding dengan pertumbuhan jumlah nelayan dan kapal baru di wilayah tersebut.

“BBM subsidi di sini tidak langka, pelayanan juga tidak masalah. Tapi merasa kekurangan memang iya, karena ada dari kami yang tidak kebagian akibat kuota yang terbatas,” ungkap Indi.

Senada dengan hal itu, Aris, nelayan lainnya, menepis isu liar di masyarakat yang menyebutkan solar subsidi hilang dari pasaran. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola telah menyalurkan jatah sesuai dengan rekomendasi yang ada.

Para nelayan menyarankan agar SPBUN Tempurukan dapat lebih memprioritaskan nelayan lokal di wilayah terdekat sebelum menyuplai ke daerah lain. Hal ini penting untuk memastikan operasional melaut warga setempat tetap terjaga.

“Kami sudah mengadu, namun informasinya memang tidak ada penambahan kuota dari pusat. Kuota yang ada sudah tidak bisa dibagi lagi karena harus menyesuaikan jatah yang sudah memegang rekomendasi resmi,” tambah Indi.

Guna menjaga situasi tetap kondusif, komunitas nelayan Tempurukan dan Sungai Awan Kiri membacakan lima poin pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Menolak segala bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi bagi nelayan kecil.
  2. Mendukung penyaluran yang tepat sasaran, transparan, dan sesuai aturan.
  3. Mengajak nelayan menggunakan BBM sesuai kebutuhan operasional dan tidak memperjualbelikannya kembali.
  4. Mendukung langkah pemerintah dan aparat penegak hukum dalam pengawasan distribusi.
  5. Berharap adanya pengawasan ketat agar hak nelayan kecil terpenuhi secara adil dan merata.

“Pernyataan sikap ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga kesejahteraan nelayan serta memastikan situasi yang aman dan tertib di lingkungan masyarakat nelayan Kabupaten Ketapang,” pungkas Aris menutup pertemuan tersebut. (Tim/Aal)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mantan Wabup Ketapang Farhan Resmi Jabat Ketua DPC PKB, Siap Sasar Potensi Suara Warga Nahdliyin

Radar Ketapang

04 Agu 2026

RadarKetapang.Com — Mantan Wakil Bupati Ketapang, Farhan, resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ketapang yang baru untuk Masa Bakti 2026–2031. Kepastian ini diperoleh setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melalui DPW PKB Kalimantan Barat secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC PKB Kabupaten/Kota se-Kalbar pada Sabtu (01/08/2026). …

Hari Pertama Sekolah Jadi Momentum Kedekatan Emosional, Achmad Sholeh Minta ASN Hingga Swasta Antar Anak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan strategis tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Surat Edaran (SE) Bupati Ketapang Nomor 43 Tahun 2026. Menurut Achmad Sholeh, gerakan ini merupakan langkah yang sangat positif dalam memperkuat kembali peran domestik …

Kagumi Kiprah Dellyana Winki, Istri Cak Imin Serahkan Kategori Beasiswa Pelatihan Mandiri di Ketapang

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Keadilan Sejahtera (PKB) tahun 2026 membawa berkah tersendiri bagi dunia pendidikan informal di Kabupaten Ketapang. Fraksi PKB secara resmi menyerahkan bantuan Beasiswa Jejak Nusantara untuk sedikitnya 25 siswa Sekolah Adat Arus Kualant di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kamis (09/07/2026). Rombongan petinggi DPP PKB …

Gunakan Hutan Sebagai Perpustakaan, Sekolah Adat Arus Kualant Bentuk Karakter Generasi Muda Dayak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Sekolah Adat Arus Kualant menjadi ruang hidup bagi generasi muda Dayak di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Lembaga pendidikan nonformal ini hadir untuk mendidik anak-anak agar tumbuh, belajar, dan mencintai warisan leluhur mereka. Sekolah adat ini lahir dari sebuah keresahan mendalam akan memudarnya pengetahuan adat serta …

Polsek Manis Mata Gandeng Tokoh Masyarakat dan PSHT Perkuat Pencegahan Narkoba

Radar Ketapang

01 Jun 2026

RadarKetapang.com – Polsek Manis Mata menggelar penyuluhan bahaya narkoba di Gedung Padepokan PSHT, Dusun Tengkawang, Desa Manis Mata, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Narkoba Adalah Musuh Bersama” itu dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, hingga warga setempat. Kapolsek …

Polsek Sandai dan Pemdes Penjawaan Pasang Larangan PETI di Sungai Pawan, Penambang Ilegal Diingatkan Sanksi Hukum

Radar Ketapang

01 Jun 2026

RadarKetapang.com – Polsek Sandai bersama Pemerintah Desa Penjawaan melakukan sosialisasi dan pemasangan papan larangan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Pawan, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap praktik penambangan emas ilegal yang dinilai berpotensi merusak lingkungan serta mencemari sumber air yang dimanfaatkan …

Hot Categories