Home » News » Soroti Area Kumuh di Sekitar Korporasi, Wagub Krisantus Ancam Evaluasi Perusahaan Minim CSR

Soroti Area Kumuh di Sekitar Korporasi, Wagub Krisantus Ancam Evaluasi Perusahaan Minim CSR

Radar Ketapang 11 Jul 2026 449

RadarKetapang.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) resmi meluncurkan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSBLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR). Wadah ini dibentuk sebagai instrumen sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha guna menggenjot pembangunan berkelanjutan.

Prosesi peluncuran forum tersebut berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (09/07/2026) malam, yang dihadiri langsung oleh jajaran direksi serta pimpinan korporasi yang mengeksploitasi sumber daya alam di wilayah Kalimantan Barat.

Agenda peluncuran ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, dengan disaksikan oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, serta para kepala daerah se-Kalbar.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa rajutan kolaborasi melalui skema TSBLP/CSR merupakan langkah taktis untuk mengakselerasi pembangunan di tengah jeratan keterbatasan kapasitas fiskal anggaran daerah. Saat ini, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Kalbar berada di angka 0,51 dengan Indeks Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 0,97.

Di sisi lain, Norsan memaparkan potret indikator makro ekonomi Kalbar yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kalbar merangkak naik dari 5,39 persen pada tahun 2025 menjadi 6,14 persen pada tahun 2026.

Tingkat kemantapan jalan provinsi juga melompat ke angka 65,06 persen (naik dari kisaran 60 persen), cakupan layanan air minum menyentuh 84,30 persen, dan angka kemiskinan berhasil ditekan ke posisi 6,16 persen.

“Kita ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha agar pembangunan di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih cepat, merata, dan berkelanjutan. TSBLP atau CSR harus benar-benar memberikan manfaat nyata dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar seremonial,” tegas Ria Norsan.

Untuk menepis program yang tumpang tindih, Pemprov Kalbar tengah menggodok daftar program prioritas TSBLP Tahun Anggaran 2027. Sektor swasta—khususnya perkebunan dan pertambangan—diarahkan untuk ikut mengalokasikan dana CSR mereka untuk membangun jalan desa, jembatan, irigasi, sarana air bersih, fasilitas publik, kesehatan, serta penguatan IPM.

Norsan juga mengapresiasi perusahaan di Kabupaten Ketapang yang telah memfasilitasi program pendidikan jarak jauh bagi para pekerjanya. Ia pun mengingatkan agar seluruh operasional perusahaan patuh administrasi, termasuk menggunakan pelat kendaraan Kalbar (KB) serta tertib pajak daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, memberikan teguran keras dan catatan kritis bagi dunia usaha. Ia menyatakan, pelaksanaan CSR wajib berlandaskan khittah Pasal 33 UUD 1945 agar tidak ada ketimpangan sosial yang mencolok mata.

“Kami masih menemukan kawasan kumuh yang berada persis di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kondisi ironis ini harus menjadi perhatian serius. Perusahaan jangan hanya mengeruk keuntungan, tetapi harus ikut membangun lingkungan sekitar,” sentil Krisantus.

Secara spesifik, Wagub memberikan atensi merah kepada sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten Ketapang, Sambas, dan Kapuas Hulu yang dinilai masih rapor merah atau belum optimal dalam membenahi sirkulasi lingkungan sekitar masyarakat lokal.

“Pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk melakukan evaluasi perizinan apabila komitmen perusahaan terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan tidak dijalankan sebagaimana mestinya,” ancam Krisantus.

Menutup rangkaian acara, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, mengapresiasi langkah inovatif Pemprov Kalbar. Menurutnya, langkah sinkronisasi program CSR dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) akan membuat kontribusi dunia swasta menjadi lebih terukur, presisi, dan tepat sasaran. *(Adp/Aal)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
TPP Umumkan Penjaringan Ketum ABTI Kalbar 2026–2030, Berkas Administrasi Cazanova Mulai Diverifikasi

Radar Ketapang

09 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua Umum Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia Kalimantan Barat (Pengprov ABTI Kalbar) periode 2026–2030, Sholihin, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini baru incumbent Cazanova yang resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum. “Setelah TPP terbentuk, kami langsung mengumumkan pendaftaran calon Ketum ABTI Kalbar pada tanggal 5 …

HUT ke-7 IJTI Kalbar: Dari Seminar Digitalisasi, Lomba Video Berita, Hingga Doa Bersama Bencana

Radar Ketapang

09 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kalimantan Barat (Pengda IJTI Kalbar) menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam di Indonesia. Unjukan doa ini ditujukan bagi para korban bencana Karhutla di Kalimantan, erupsi Anak Gunung Krakatau, hingga musibah gempa bumi di NTT. Agenda doa bersama sekaligus syukuran …

Persiapan Matang Jelang Muswil VII MA Kalbar, Cari Nakhoda Baru Periode 2026–2031

Radar Ketapang

03 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Pimpinan Wilayah Mathla’ul Anwar (PW MA) Provinsi Kalimantan Barat siap menyelenggarakan perhelatan lima tahunan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 7 September 2026. Mengusung tema strategis “Membangun Peradaban Umat, Menuju Kemandirian Bangsa”, agenda ini menjadi tonggak penting bagi keluarga besar Mathla’ul Anwar di Kalimantan Barat untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan …

Sentil CSR Perusahaan Perkebunan, Wagub Kalbar: Kalau Masih Ada Kawasan Kumuh Berarti Belum Baik

Radar Ketapang

18 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan krusialnya penguatan tata kelola sektor kelapa sawit melalui peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, optimalisasi kontribusi korporasi bagi daerah, serta dukungan penuh terhadap implementasi kebijakan ekspor satu pintu. Kebijakan strategis ini menjadi arahan langsung pemerintah pusat melalui Danantara. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama perwakilan …

Sebut Target Evi Realistis, Sekjen Herman Khaeron Minta Demokrat Kalbar Rebut Kembali Kejayaan 2009

Radar Ketapang

18 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan tiga hal penting kepada seluruh kadernya di Kalimantan Barat (Kalbar) jika ingin mengamankan kemenangan besar pada gelaran pemilu mendatang. Pesan strategis tersebut disampaikan langsung oleh AHY saat membuka secara resmi agenda Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat yang berlangsung pada Jumat …

Ingatkan Larangan Tebang Pohon Sembarangan, Edi Rusdi Kamtono: Wajib Ganti Minimal 50 Hingga 100 Bibit

Radar Ketapang

18 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong penyelenggaraan pameran flora dan fauna sebagai sarana strategis untuk mempromosikan kekayaan hayati Kalimantan Barat (Kalbar). Selain sebagai ajang edukasi, pameran ini dibidik menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama di tengah momentum musim panen buah di daerah tersebut. Agenda pameran ini berpusat di halaman Kolam Renang Ampera …

Hot Categories