Home » Ale Ale » Ratusan Hektare Kebun Karet Digusur, Warga Mensubang Serbu dan Usir Karyawan PT SMS

Ratusan Hektare Kebun Karet Digusur, Warga Mensubang Serbu dan Usir Karyawan PT SMS

Radar Ketapang 14 Feb 2026 132

RadarKetapang.Com — Eskalasi konflik lahan di Kabupaten Ketapang kembali memuncak setelah puluhan masyarakat Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, melakukan aksi penyerbuan ke mess karyawan PT Sandai Makmur Sawit (SMS) pada Sabtu pagi (14/02/2026).

Aksi pendudukan ini dilakukan warga sebagai bentuk penolakan keras terhadap kehadiran perusahaan sawit tersebut di wilayah desa mereka. Massa menuntut seluruh karyawan segera angkat kaki dan menghentikan seluruh aktivitas operasional di lahan yang diklaim warga sebagai milik mereka.

Ketegangan dan adu mulut sempat mewarnai upaya pengusiran ini. Kemarahan warga dipicu oleh sikap perusahaan yang dinilai berulang kali melanggar kesepakatan mediasi dengan terus melakukan penggusuran di areal perkebunan karet milik masyarakat.

Pihak perusahaan mengklaim lahan tersebut masuk ke dalam peta Hak Guna Usaha (HGU) mereka. Namun, warga menegaskan lahan itu adalah tanah ulayat dan kebun produktif yang menjadi sumber penghidupan utama sejak turun-temurun.

Dampak dari penggusuran ratusan hektare kebun karet tersebut kini mulai dirasakan sangat berat oleh warga. Hilangnya mata pencarian membuat kondisi ekonomi masyarakat merosot tajam, bahkan memicu terjadinya kasus anak putus sekolah di desa tersebut.

Astina, salah satu korban penyerobotan lahan, mengungkapkan kesedihannya karena kini warga kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari akibat pohon karet mereka sudah rata dengan tanah.

“Mata pencarian kami hanya di situ. Kami susah mau makan karena penghasilan dari karet sudah habis digusur PT SMS. Jangankan sekolah anak, makan saja susah. Kami berharap Presiden Prabowo dan pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini. Harapan kami PT SMS tidak ada lagi di Mensubang,” ujar Astina dengan nada getir.

Berdasarkan hasil kesepakatan di lokasi, warga menuntut agar seluruh aset perusahaan dan karyawan segera keluar dari wilayah Desa Mensubang. Warga juga mendesak perusahaan membongkar bangunan yang berdiri di atas tanah warga serta membayar kompensasi atas ratusan kebun yang dibabat tanpa pemberitahuan.

Guna menghindari terjadinya tindakan anarkis atau penjarahan, sejumlah aparat TNI dan Polri tampak bersiaga di lokasi kejadian. Petugas melakukan penjagaan ketat saat proses pengosongan mess dilakukan oleh pihak perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif namun warga tetap berjaga-jaga untuk memastikan tidak ada lagi alat berat perusahaan yang beroperasi di wilayah perkebunan karet masyarakat.

*Tim/Aal

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
HUT ke-7 IJTI Kalbar: Dari Seminar Digitalisasi, Lomba Video Berita, Hingga Doa Bersama Bencana

Radar Ketapang

09 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kalimantan Barat (Pengda IJTI Kalbar) menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam di Indonesia. Unjukan doa ini ditujukan bagi para korban bencana Karhutla di Kalimantan, erupsi Anak Gunung Krakatau, hingga musibah gempa bumi di NTT. Agenda doa bersama sekaligus syukuran …

Mantan Wabup Ketapang Farhan Resmi Jabat Ketua DPC PKB, Siap Sasar Potensi Suara Warga Nahdliyin

Radar Ketapang

04 Agu 2026

RadarKetapang.Com — Mantan Wakil Bupati Ketapang, Farhan, resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ketapang yang baru untuk Masa Bakti 2026–2031. Kepastian ini diperoleh setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melalui DPW PKB Kalimantan Barat secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC PKB Kabupaten/Kota se-Kalbar pada Sabtu (01/08/2026). …

Hari Pertama Sekolah Jadi Momentum Kedekatan Emosional, Achmad Sholeh Minta ASN Hingga Swasta Antar Anak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan strategis tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Surat Edaran (SE) Bupati Ketapang Nomor 43 Tahun 2026. Menurut Achmad Sholeh, gerakan ini merupakan langkah yang sangat positif dalam memperkuat kembali peran domestik …

Kagumi Kiprah Dellyana Winki, Istri Cak Imin Serahkan Kategori Beasiswa Pelatihan Mandiri di Ketapang

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Keadilan Sejahtera (PKB) tahun 2026 membawa berkah tersendiri bagi dunia pendidikan informal di Kabupaten Ketapang. Fraksi PKB secara resmi menyerahkan bantuan Beasiswa Jejak Nusantara untuk sedikitnya 25 siswa Sekolah Adat Arus Kualant di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kamis (09/07/2026). Rombongan petinggi DPP PKB …

Gunakan Hutan Sebagai Perpustakaan, Sekolah Adat Arus Kualant Bentuk Karakter Generasi Muda Dayak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Sekolah Adat Arus Kualant menjadi ruang hidup bagi generasi muda Dayak di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Lembaga pendidikan nonformal ini hadir untuk mendidik anak-anak agar tumbuh, belajar, dan mencintai warisan leluhur mereka. Sekolah adat ini lahir dari sebuah keresahan mendalam akan memudarnya pengetahuan adat serta …

Kisah Sultan Tengah: Terdampar di Sukadana, Membina Dinasti Kerajaan Melayu hingga ke Sambas

Radar Ketapang

03 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Hubungan emosional dan historis antara masyarakat Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, ternyata telah mengakar kuat sejak berabad-abad silam. Salah satu bukti otentik yang mengikat kuat kekerabatan dua wilayah bertetangga ini tertuju pada satu nama besar: Sultan Tengah. Jejak peradaban ini dikupas kembali oleh Mohd Nurnazmi, selaku Tour Guide resmi dari Kementerian Pelancongan, Seni …

Hot Categories