Home » News » Tekan Angka Kebutaan, Ria Norsan Resmikan Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center

Tekan Angka Kebutaan, Ria Norsan Resmikan Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center

Radar Ketapang 24 Jan 2026 71

RadarKetapang.Com — Langkah besar dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Barat kembali tertoreh. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi meresmikan operasional Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center (PEC) melalui seremoni grand opening yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita pada Sabtu (24/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur Utama PEC, dr. Muhammad Iqbal. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi solusi nyata agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan ke luar negeri hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas.

Gubernur menyoroti fenomena masyarakat Kalimantan Barat yang selama ini kerap memilih berobat ke Kuching, Malaysia. Dengan beroperasinya PEC, ia berharap standar pelayanan medis yang cepat, tepat, dan berbasis teknologi mutakhir dapat diterapkan di daerah sendiri.

“Kita membuka pilihan bagi masyarakat. Kalau yang mampu ke Kuching silakan, tetapi jika di sini sudah tersedia fasilitas canggih dengan peralatan mutakhir, mengapa tidak di sini saja,” ujar Ria Norsan.

Salah satu poin penting yang ditegaskan Gubernur adalah aspek keterjangkauan layanan melalui BPJS Kesehatan. Kesiapan PEC dalam melayani pasien BPJS dinilai sangat krusial untuk membantu mengurangi penumpukan pasien di RSUD dr. Soedarso yang saat ini kerap mengalami kelebihan beban.

Meski fasilitas fisik terus bertambah, Gubernur mengingatkan tantangan besar terkait ketersediaan tenaga medis spesialis. Saat ini Kalimantan Barat baru memiliki sekitar 27 dokter spesialis mata, padahal idealnya dibutuhkan sekitar 60 dokter untuk melayani 6,7 juta jiwa penduduk.

Di tempat yang sama, Direktur Pontianak Eye Center, dr. M. Iqbal, menegaskan bahwa peningkatan status dari klinik menjadi rumah sakit merupakan langkah konkret menekan angka kebutaan. Berdasarkan data, penyebab utama kebutaan meliputi katarak, glaukoma, hingga gangguan kornea.

Hingga Desember 2025, PEC tercatat telah berhasil melakukan sekitar 30.000 operasi katarak. Namun, dr. Iqbal mengakui jumlah ini masih harus ditingkatkan karena terkendala jarak tempuh pasien dari daerah serta adanya pembatasan kuota tindakan dari pihak penjamin.

Sebagai rumah sakit mata, PEC juga memperkenalkan sejumlah layanan unggulan baru seperti Dry Eye Clinic dan Ortho-K. Layanan Ortho-K merupakan solusi bagi penderita rabun jauh di bawah usia 17 tahun agar tidak bergantung pada kacamata sebelum mereka cukup umur untuk tindakan LASIK.

Selain itu, dr. Iqbal mengungkapkan rencana inovasi ambisius berupa peluncuran Bank Mata untuk memfasilitasi donor kornea di Kalimantan Barat. Melalui pendaftaran berbasis digital, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor mata semakin meningkat.

“Ini adalah mimpi kami bersama untuk bisa menangani pasien yang lebih banyak dan lebih kompleks. Ke depan kami ingin menjemput bola agar tindakan keratoplasti atau cangkok kornea dapat dilakukan langsung di Kalimantan Barat,” pungkas dr. Iqbal.

Dengan peresmian ini, Pontianak Eye Center diharapkan menjadi pusat rujukan kesehatan mata yang andal di Kalimantan Barat. Pemerintah Provinsi terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan berdaya saing.

*Adpim/Tim

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Harisson Desak 8 Daerah di Kalbar Segera Bentuk UPTD PPA, Rendahnya Pelaporan Disoroti

Radar Ketapang

11 Mei 2026

RadarKetapang.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat komitmen nyata dalam melindungi kaum rentan melalui peresmian Kegiatan Pendampingan Pembentukan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Bimbingan Teknis Aplikasi Simfoni PPA Versi 3. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, di Ruang Tengkawang Kantor Gubernur pada Senin (11/5/2026). Hadir dalam acara …

BPM Kalbar Kritik Lemahnya Transparansi Mitra SPPG: Ada Celah Korupsi dan Konflik Kepentingan

Radar Ketapang

11 Mei 2026

RadarKetapang.Com — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyoroti tajam berbagai persoalan dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalimantan Barat. Ketua BPM Kalbar, Gusti Eddy, mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi konflik kepentingan dalam penentuan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur pendukung program tersebut. Menurut Gusti Eddy, kewenangan yang terkesan …

Suasana Haru di Masjid Oesman Al-Khair, 78 Calon Haji Kayong Utara Resmi Bertolak ke Tanah Suci

Radar Ketapang

10 Mei 2026

RadarKetapang.Com — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Agung Oesman Al-Khair saat Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melepas keberangkatan Jamaah Haji Tahun 1447 H/2026 M, Jumat (08/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Syakirin, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan keluarga jamaah yang …

Perangi Polusi Suara, Polres Ketapang Musnahkan 829 Knalpot Brong dan Kenalkan ETLE Handheld

Radar Ketapang

08 Mei 2026

RadarKetapang.Com — Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, memimpin langsung konferensi pers hasil penindakan knalpot tidak standar (brong) periode Januari hingga April 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti secara massal di Kantor Satpas Ketapang pada Kamis (07/05/2026). Sepanjang empat bulan pertama tahun 2026, Polres Ketapang beserta Polsek jajaran berhasil mengamankan sebanyak 829 unit knalpot …

Dampak Smelter PT DIB di Pulau Penebang, WALHI Kalbar: Deforestasi Picu Kerusakan Terumbu Karang

Radar Ketapang

08 Mei 2026

RadarKetapang.Com — Aktivitas pembangunan proyek smelter bauksit di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB), bagian dari Harita Group, diduga memicu kerusakan ekologi serius di kawasan pulau kecil tersebut. Pulau Penebang sendiri secara yuridis dikategorikan sebagai pulau kecil sebagaimana diatur dalam …

Soroti Potensi Karhutla di Ketapang, Wagub Kalbar Desak Investor Turut Bertanggung Jawab Jaga Lahan

Radar Ketapang

06 Mei 2026

RadarKetapang.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengikuti Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional 2026 serta reaktivasi desk penanganan karhutla melalui konferensi video dari Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (06/05/2026). Kegiatan terpusat di Sumatera Selatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari …

Hot Categories