Home » News » Kala Rektor UPB Titip Pesan Ekologi di Ujung Masa Jabatan: Sarjana Kalbar Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Kala Rektor UPB Titip Pesan Ekologi di Ujung Masa Jabatan: Sarjana Kalbar Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Radar Ketapang 02 Okt 2026 53

RadarKetapang.com — Ada bau tanah basah, sisa karhutla, dan harum kebanggaan yang berembus di Gedung Auditorium Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Kamis, 1 Oktober 2026. Hari itu, sebanyak 746 sarjana baru terdiri atas 686 lulusan strata satu dan 60 orang program pascasarjana, resmi dilepas ke tengah masyarakat.

Namun, di balik toga yang menjuntai dan seremoni khidmat Wisuda ke-XXXVIII ini, atmosfernya jauh dari sekadar perayaan akademik biasa. Ia terasa sarat pesan moral, sarat gugatan atas nasib bumi khatulistiwa.

Bagi Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCB.Arb., FIIArb., CIM., hari itu menjadi babak penutup yang emosional. Momentum tersebut menandai berakhirnya masa jabatannya sebagai Rektor UPB. Alih-alih larut dalam nostalgia kepemimpinan, ia memilih memukul genderang peringatan ihwal masa depan ekologi Kalimantan Barat.

“Kalimantan Barat di satu sisi adalah paru-paru dunia, memiliki Sungai Kapuas terpanjang di Indonesia, hamparan gambut penyimpan karbon raksasa, hutan, serta garis mangrove yang menjaga pesisir,” ujar Purwanto di hadapan ratusan hadirin.

Namun, di balik keindahan di atas kertas itu, Purwanto menelanjangi realitas pahit di lapangan: ancaman nyata kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atas gambut, abrasi pesisir yang kian menggerus daratan, penurunan kualitas air sungai, hingga alih fungsi lahan yang tak terkendali.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi tema wisuda tahun ini: Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Ekologis di Kalimantan Barat.

“Ini bukan sekadar jargon, ini adalah panggilan moral bagi kita civitas akademika Universitas Panca Bhakti,” tegasnya. Ia mengingatkan agar kampus yang lahir dari rahim masyarakat Kalbar ini tidak menjadi penonton di tengah laju pembangunan yang merusak alam. Sebaliknya, lulusan UPB didorong menjadi pelopor ekonomi hijau—ekonomi yang tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian hutan, kejernihan sungai, serta kedaulatan masyarakat adat.

Di penghujung kepemimpinannya, Purwanto juga membawa kabar baik. UPB resmi mendapat mandat dari Bappenas sebagai sentra SDGs (Sustainable Development Goals) atau pembangunan berkelanjutan untuk perguruan tinggi di Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, kampus ini juga baru saja dikunjungi para perwira tinggi dari Mabes TNI untuk menginisiasi lahirnya lembaga kajian strategis mitigasi kebencanaan—menjadikan UPB sebagai pionir pertama di wilayah ini. “Jadilah sarjana yang berakar. Ilmu setinggi langit, tapi jangan lupa akar kita adalah Pancasila dan kearifan lokal Kalimantan Barat,” pesan Purwanto penuh haru.

Kritik terhadap tata kelola daerah kian menajam ketika Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., naik panggung untuk menyampaikan orasi ilmiah. Dengan gaya bertutur yang blak-blakan, Krisantus menyoroti paradoks ekonomi di provinsi berjuluk Bumi Khatulistiwa ini.

Geliat ekonomi Kalbar, menurutnya, tampak semarak dari tingginya mobilitas penerbangan domestik hingga internasional. Namun, pertumbuhan angka-angka makro itu dinilai masih timpang dan jauh dari kata menyejahterakan rakyat.

“Mari kita jaga alam kita, kita bersihkan mafia-mafia yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, kita cabut kutu-kutu yang ada di kepala Provinsi Kalimantan Barat,” seru Krisantus dengan nada menyengat.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si.

Ia mempertanyakan ke mana perginya gelimang kekayaan alam Kalbar—mulai dari emas, batu bara, uranium, pasir kuarsa, silika, hingga bauksit—yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kemakmuran pribumi. “Kalau kekayaan alam kita bisa dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, mungkin jalan-jalan di kabupaten/kota sudah ada kanopinya,” sindirnya tajam.

Di hadapan para sarjana magister hukum, manajemen, pengelolaan sumber daya alam, hingga strata satu, Krisantus berpesan agar para intelektual muda ini mengambil peran utama sebagai penggerak perubahan. Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah arus informasi global yang sarat provokasi dan radikalisme, serta pentingnya menyeimbangkan IPK tinggi dengan kemampuan membangun jejaring sosial yang sehat.

Menutup orasinya, Krisantus kembali mengingatkan pentingnya membumikan Pancasila secara murni dan konsekuen sebagai fondasi utama menjaga keutuhan NKRI, sembari memotivasi para lulusan untuk pulang, mengabdi, dan menorehkan karya nyata demi tanah kelahiran. (*/)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pesparani Katolik Kalbar Resmi Dibuka: Jadi Ajang Perkuat Iman dan Kebersamaan dalam Keberagaman

Radar Ketapang

18 Okt 2026

RadarKetapang.Com — Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Kalimantan Barat resmi bergulir sebagai momentum penting untuk memperkuat keimanan, merawat tali persaudaraan, serta mengukuhkan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Pesan strategis tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, saat membuka perhelatan PESPARANI …

Polda Kalbar Tepis Isu Perintahkan Bengkel dan Toko Suku Cadang Tutup Massal

Radar Ketapang

17 Okt 2026

RadarKetapang.Com — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) membantah tegas Isu yang beredar terkait adanya surat imbauan, peringatan, maupun instruksi tertulis dan lisan untuk menutup operasional bengkel atau toko suku cadang di wilayah Kalimantan Barat. Penegasan tersebut disampaikan menyikapi maraknya isu penutupan massal sejumlah toko sparepart dan bengkel kendaraan di kawasan Kota Pontianak, Singkawang, hingga …

Dua Terdakwa Kasus Hibah Mujahidin Bebas Demi Hukum, Kejati Kalbar: Proses Persidangan Tetap Berjalan

Radar Ketapang

17 Okt 2026

RadarKetapang.Com — Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pembangunan Gedung Yayasan Mujahidin tetap berpedoman teguh pada ketentuan hukum serta tahapan proses peradilan yang berlaku. Menanggapi dinamika pemberitaan di media massa dan media sosial terkait berakhirnya masa penahanan dua terdakwa, Ismuni dan Mulyadi, per tanggal 17 Oktober 2026, …

Polisi Sasar Tempat Hiburan Malam di Pontianak dalam Operasi Sarang Narkoba

Radar Ketapang

17 Okt 2026

RadarKetapang.Com — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) terus memperketat pengawasan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika melalui Operasi Sarang Narkoba (OSN). Memasuki hari ke-8 pelaksanaan pada Jumat (16/10/2026), tim gabungan menggeruduk sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kota Pontianak. Sebanyak 82 personel gabungan diterjunkan langsung dalam razia berskala besar tersebut. …

Duka Karhutla di Kayong Utara: Bocah 6 Tahun Meninggal Diduga Infeksi Paru-Paru, Realisasi Dana Bencana Disorot

Radar Ketapang

16 Okt 2026

RadarKetapang.Com — Seorang bocah berusia enam tahun berinisial ASB meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jamaludin Sukadana pada Rabu (14/10/2026). Musibah ini tak hanya menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga, tetapi juga memantik kembali pertanyaan publik terkait kesiapan tanggap darurat pemerintah daerah dalam menangani dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan …

Masa Uji Coba Jembatan Kapuas I Diperpanjang, Ria Norsan: Kita Ingin Solusi Komprehensif Tanpa Mempersulit Warga

Radar Ketapang

15 Okt 2026

RadarKetapang.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan masa uji coba pengaturan akses kendaraan di kawasan Duplikasi Jembatan Kapuas I Pontianak akan diperpanjang. Langkah ini diambil guna mengevaluasi efektivitas skema lalu lintas secara menyeluruh dalam mengurai titik kemacetan. Kepastian tersebut disampaikan Ria Norsan saat meninjau langsung pelaksanaan uji coba di lapangan pada Kamis (15/10/2026). Berdasarkan …

Hot Categories