Home » Ale Ale » Sengkata Batas Wilayah Memanas Akibat Tambang dan Plasma, Wabup Jamhuri Minta Camat Pasang Badan

Sengkata Batas Wilayah Memanas Akibat Tambang dan Plasma, Wabup Jamhuri Minta Camat Pasang Badan

Radar Ketapang 19 Mei 2026 85

RadarKetapang.Com — Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyoroti tajam persoalan batas wilayah antar-desa maupun antar-kecamatan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Ketapang pada Senin (18/05/2026) pagi.

Jamhuri menjelaskan, konflik batas wilayah ini sebelumnya tidak dianggap krusial oleh banyak pihak. Namun, seiring berjalannya waktu, isu ini bergeser menjadi sangat sensitif karena berkelindan dengan potensi ekonomi tinggi, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, hingga pembagian hak realisasi kebun plasma masyarakat.

“Dulu batas desa mungkin tidak menjadi persoalan karena belum memiliki nilai ekonomis. Namun sekarang, ketika ada potensi tambang, perkebunan, dan persoalan plasma, masyarakat mulai menuntut hak-haknya. Ini menjadi PR yang harus segera kita selesaikan,” tegas Jamhuri Amir di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN).

Selain konflik agraria dan batas wilayah, Wabup juga menyoroti sejumlah isu strategis yang tengah menjadi perhatian publik, terutama terkait realisasi pelaksanaan paket pekerjaan pembangunan fisik tahun anggaran berjalan yang telah disahkan bersama DPRD.

Ia meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk bergerak cepat mengeksekusi program di lapangan.

Menurutnya, kerumitan regulasi teknis maupun kendala administrasi di tingkat internal OPD tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga menjadi penghambat pembangunan yang dampaknya sudah sangat dinantikan oleh masyarakat luas.

“Kami meminta agar persoalan regulasi dan aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan dapat segera diselesaikan, sehingga program-program yang sudah ditetapkan bisa segera dilaksanakan dan kita dapat bekerja secara maksimal,” cetusnya.

Di akhir arahannya, Jamhuri Amir mengingatkan bahwa setiap aparatur pemerintah memang memiliki keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia. Kendati demikian, hal tersebut sama sekali tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.

Ia menginstruksikan kepada para camat, lurah, hingga kepala desa sebagai ujung tombak birokrasi di wilayah masing-masing agar selalu hadir, responsif, dan solutif dalam menjembatani setiap keluhan dan kebutuhan warga di akar rumput.

“Kita memang memiliki keterbatasan, kelemahan, dan kekurangan. Namun jangan jadikan itu sebagai alasan untuk tidak berbuat. Kita harus tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” pungkas Wabup Ketapang. (Pro/Tim)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mantan Wabup Ketapang Farhan Resmi Jabat Ketua DPC PKB, Siap Sasar Potensi Suara Warga Nahdliyin

Radar Ketapang

04 Agu 2026

RadarKetapang.Com — Mantan Wakil Bupati Ketapang, Farhan, resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ketapang yang baru untuk Masa Bakti 2026–2031. Kepastian ini diperoleh setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melalui DPW PKB Kalimantan Barat secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC PKB Kabupaten/Kota se-Kalbar pada Sabtu (01/08/2026). …

Hari Pertama Sekolah Jadi Momentum Kedekatan Emosional, Achmad Sholeh Minta ASN Hingga Swasta Antar Anak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan strategis tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Surat Edaran (SE) Bupati Ketapang Nomor 43 Tahun 2026. Menurut Achmad Sholeh, gerakan ini merupakan langkah yang sangat positif dalam memperkuat kembali peran domestik …

Kagumi Kiprah Dellyana Winki, Istri Cak Imin Serahkan Kategori Beasiswa Pelatihan Mandiri di Ketapang

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Keadilan Sejahtera (PKB) tahun 2026 membawa berkah tersendiri bagi dunia pendidikan informal di Kabupaten Ketapang. Fraksi PKB secara resmi menyerahkan bantuan Beasiswa Jejak Nusantara untuk sedikitnya 25 siswa Sekolah Adat Arus Kualant di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kamis (09/07/2026). Rombongan petinggi DPP PKB …

Gunakan Hutan Sebagai Perpustakaan, Sekolah Adat Arus Kualant Bentuk Karakter Generasi Muda Dayak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Sekolah Adat Arus Kualant menjadi ruang hidup bagi generasi muda Dayak di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Lembaga pendidikan nonformal ini hadir untuk mendidik anak-anak agar tumbuh, belajar, dan mencintai warisan leluhur mereka. Sekolah adat ini lahir dari sebuah keresahan mendalam akan memudarnya pengetahuan adat serta …

Polsek Manis Mata Gandeng Tokoh Masyarakat dan PSHT Perkuat Pencegahan Narkoba

Radar Ketapang

01 Jun 2026

RadarKetapang.com – Polsek Manis Mata menggelar penyuluhan bahaya narkoba di Gedung Padepokan PSHT, Dusun Tengkawang, Desa Manis Mata, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Narkoba Adalah Musuh Bersama” itu dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, hingga warga setempat. Kapolsek …

Polsek Sandai dan Pemdes Penjawaan Pasang Larangan PETI di Sungai Pawan, Penambang Ilegal Diingatkan Sanksi Hukum

Radar Ketapang

01 Jun 2026

RadarKetapang.com – Polsek Sandai bersama Pemerintah Desa Penjawaan melakukan sosialisasi dan pemasangan papan larangan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Pawan, Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap praktik penambangan emas ilegal yang dinilai berpotensi merusak lingkungan serta mencemari sumber air yang dimanfaatkan …

Hot Categories