Home » Ale Ale » Bukan Langka, SPDN Sampit Sebut Masalah Administrasi Hambat Penyaluran Solar Subsidi Nelayan Ketapang

Bukan Langka, SPDN Sampit Sebut Masalah Administrasi Hambat Penyaluran Solar Subsidi Nelayan Ketapang

Radar Ketapang 07 Mei 2026 94

RadarKetapang.Com — Pihak pengelola Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) Sampit beserta sejumlah nelayan di Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, memberikan klarifikasi terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi.

Isu tersebut ditepis secara tegas. Pihak pengelola menyatakan bahwa kendala yang terjadi di lapangan saat ini bukanlah ketiadaan stok, melainkan murni persoalan administrasi perizinan.

Direktur SPDN Sampit di bawah PT Asri Fitra Abadi, Ahmad, menjelaskan bahwa proses distribusi dari Pertamina sejauh ini berjalan lancar. Namun, ia mengakui kuota yang tersedia memang belum mampu menutupi seluruh total kebutuhan nelayan di wilayah tersebut.

“Jadwal penyaluran kami lakukan dua kali seminggu. Isu kelangkaan itu sebenarnya lebih karena masalah administrasi rekomendasi yang belum selesai di dinas terkait,” ujar Ahmad pada Kamis (07/05/2026).

Menurut Ahmad, persoalan krusial muncul akibat lamanya proses penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Ketapang.

Masa berlaku rekomendasi yang hanya tiga bulan membuat banyak nelayan terhambat saat harus melakukan perpanjangan. Pihak SPDN sendiri tidak berani melayani pembelian tanpa dokumen resmi tersebut guna menghindari pelanggaran aturan.

“Banyak yang rekomendasinya belum terbit, akhirnya terpaksa tidak melaut atau membeli BBM non-subsidi. Kuotanya ada dan tersalurkan semua sesuai prosedur,” tambahnya.

Hairul, salah satu nelayan setempat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya birokrasi di DKP Ketapang. Ia mengaku kesulitan melaut karena jatah minyak awal bulan belum bisa diambil akibat kendala izin.

“Kami melaut minimal seminggu butuh dua drum minyak. Ini sudah awal bulan tapi belum dapat jatah karena rekomendasi belum keluar dari dinas,” keluh Hairudin.

Senada dengan hal itu, Herman, nelayan lainnya, menjelaskan bahwa antrean atau keramaian yang terlihat di SPDN hingga tanggal 7 Mei ini dipicu oleh para nelayan yang sedang menunggu kejelasan izin, bukan karena hilangnya minyak dari pasaran.

Para nelayan berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang, khususnya DKP, dapat memberikan bantuan dan kemudahan dalam pengurusan izin, mengingat banyak nelayan yang kurang memahami prosedur teknis birokrasi.

“Kami hanya ingin penyaluran BBM ini tetap tepat sasaran dan prosesnya cepat agar kami bisa terus mencari nafkah di laut,” pungkas Herman. (Tim/Aal)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
HUT ke-7 IJTI Kalbar: Dari Seminar Digitalisasi, Lomba Video Berita, Hingga Doa Bersama Bencana

Radar Ketapang

09 Sep 2026

RadarKetapang.Com — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kalimantan Barat (Pengda IJTI Kalbar) menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam di Indonesia. Unjukan doa ini ditujukan bagi para korban bencana Karhutla di Kalimantan, erupsi Anak Gunung Krakatau, hingga musibah gempa bumi di NTT. Agenda doa bersama sekaligus syukuran …

Mantan Wabup Ketapang Farhan Resmi Jabat Ketua DPC PKB, Siap Sasar Potensi Suara Warga Nahdliyin

Radar Ketapang

04 Agu 2026

RadarKetapang.Com — Mantan Wakil Bupati Ketapang, Farhan, resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ketapang yang baru untuk Masa Bakti 2026–2031. Kepastian ini diperoleh setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melalui DPW PKB Kalimantan Barat secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC PKB Kabupaten/Kota se-Kalbar pada Sabtu (01/08/2026). …

Hari Pertama Sekolah Jadi Momentum Kedekatan Emosional, Achmad Sholeh Minta ASN Hingga Swasta Antar Anak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan strategis tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Surat Edaran (SE) Bupati Ketapang Nomor 43 Tahun 2026. Menurut Achmad Sholeh, gerakan ini merupakan langkah yang sangat positif dalam memperkuat kembali peran domestik …

Kagumi Kiprah Dellyana Winki, Istri Cak Imin Serahkan Kategori Beasiswa Pelatihan Mandiri di Ketapang

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Keadilan Sejahtera (PKB) tahun 2026 membawa berkah tersendiri bagi dunia pendidikan informal di Kabupaten Ketapang. Fraksi PKB secara resmi menyerahkan bantuan Beasiswa Jejak Nusantara untuk sedikitnya 25 siswa Sekolah Adat Arus Kualant di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kamis (09/07/2026). Rombongan petinggi DPP PKB …

Gunakan Hutan Sebagai Perpustakaan, Sekolah Adat Arus Kualant Bentuk Karakter Generasi Muda Dayak

Radar Ketapang

11 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Sekolah Adat Arus Kualant menjadi ruang hidup bagi generasi muda Dayak di Dusun Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Lembaga pendidikan nonformal ini hadir untuk mendidik anak-anak agar tumbuh, belajar, dan mencintai warisan leluhur mereka. Sekolah adat ini lahir dari sebuah keresahan mendalam akan memudarnya pengetahuan adat serta …

Kisah Sultan Tengah: Terdampar di Sukadana, Membina Dinasti Kerajaan Melayu hingga ke Sambas

Radar Ketapang

03 Jul 2026

RadarKetapang.Com — Hubungan emosional dan historis antara masyarakat Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, ternyata telah mengakar kuat sejak berabad-abad silam. Salah satu bukti otentik yang mengikat kuat kekerabatan dua wilayah bertetangga ini tertuju pada satu nama besar: Sultan Tengah. Jejak peradaban ini dikupas kembali oleh Mohd Nurnazmi, selaku Tour Guide resmi dari Kementerian Pelancongan, Seni …

Hot Categories