Home » Lifestyle » Regulasi Ekspor Arwana Super Red Bakal Dipangkas, Gubernur Ria Norsan: Kalau Bisa Dipermudah Kenapa Dipersulit!

Regulasi Ekspor Arwana Super Red Bakal Dipangkas, Gubernur Ria Norsan: Kalau Bisa Dipermudah Kenapa Dipersulit!

Radar Ketapang 26 Mei 2026 14

RadarKetapang.Com — Ajang bergengsi APPS International Arowana Contest 2026 yang diselenggarakan di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, resmi ditutup pada Minggu (24/05/2026).

Kompetisi berskala internasional ini digelar untuk memperebutkan sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Piala Gubernur Kalimantan Barat dan Piala Wali Kota Pontianak.

Agenda akbar ini sukses diinisiasi oleh Asosiasi Penangkar dan Pedagang Silok (APPS) Kalbar bersama sejumlah instansi terkait di bidang kelautan, perikanan, serta karantina hewan dan tumbuhan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas potensi alam luar biasa yang dimiliki Bumi Khatulistiwa sebagai habitat asli ikan Arwana Super Red, atau yang karib dikenal masyarakat lokal sebagai ikan silok.

“Kita wajib bersyukur karena daerah kita diberikan kelebihan dibanding daerah lain. Di mana-mana memang ada arwana, tetapi tidak ada yang seindah di Kalimantan Barat. Ini merupakan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita semua,” ungkap Ria Norsan.

Menurut Norsan, kontes arwana internasional ini bukan sekadar ajang unjuk keindahan fauna hias, melainkan memiliki efek domino ekonomi yang sangat besar bagi daerah. Ikan arwana yang berhasil menyabet gelar juara dalam kontes ini dipastikan akan mendongkrak nilai jualnya secara signifikan sekaligus membuka ceruk pasar global yang lebih luas.

Sebagai bentuk komitmen nyata jajaran pemerintah daerah dalam mendukung para pembudidaya dan eksportir lokal, Norsan membocorkan rencana strategis mengenai penyusunan regulasi baru yang bertujuan mempermudah proses ekspor ikan silok ke mancanegara.

“Insyaallah nanti kita akan membuat regulasi yang memudahkan Bapak/Ibu sekalian untuk mengekspor ke luar negeri. Prinsip saya, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegas Norsan disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menjelaskan, payung hukum tersebut nantinya diproyeksikan mampu memangkas rantai birokrasi yang selama ini dinilai terlalu panjang dan memicu tingginya biaya logistik ekspor.

Selain menyederhanakan aspek administrasi dan prosedur karantina pengiriman, kebijakan ini diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus proteksi terhadap komoditas endemik unggulan Kalimantan Barat di pasar internasional.

Norsan menambahkan, tingginya permintaan dari pasar luar negeri, terutama negara-negara di kawasan Asia seperti China, merupakan peluang emas yang harus ditangkap secara taktis oleh para penangkar lokal.

“Melalui kemudahan ekspor ini, pemerintah berharap tata niaga Arwana Super Red Kalbar semakin tumbuh bergairah, mampu menyumbang devisa negara, serta yang paling utama adalah melejitkan kesejahteraan para pembudidaya lokal,” pungkas Gubernur Kalbar. (Adp/Aal)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Bawakan Lakon ‘Semar Mbangun Khayangan’, Nyi Wulan Sri Panjang Mas Sukses Satukan Warga Jawa se-Kalbar

Radar Ketapang

24 Mei 2026

RadarKetapang.Com — Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang diinisiasi oleh Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalimantan Barat berlangsung meriah di Taman Dirgantara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (23/05/2026) malam. Kegiatan seni budaya yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi akbar warga perantauan Jawa se-Kalimantan Barat ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga ratusan warga. …

Gubernur Kalbar Ria Norsan: Mari Khatamkan Al-Qur’an dan Tingkatkan Amal Saleh Selama Ramadan

Radar Ketapang

20 Feb 2026

RadarKetapang.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melaksanakan Shalat Tarawih malam pertama Ramadan 1447 H bersama keluarga di Surau Al Baaqi, Kompleks Pendopo Gubernur Kalbar. Kegiatan ibadah yang berlangsung pada Kamis malam (19/02/2026) tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan Pendopo. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai pelaksanaan …

Judika dan Hijau Daun Bakal Guncang Sanggau, Polres Matangkan Pengamanan 7.000 Penonton

Radar Ketapang

22 Jan 2026

RadarKetapang.Com — Polres Sanggau bersama Panitia Pusat Damai Fest Symphony Of Heart Tahun 2026 menggelar rapat koordinasi guna mematangkan kesiapan pengamanan konser musik berskala besar. Acara ini akan menghadirkan bintang utama penyanyi nasional, Judika, serta band populer Hijau Daun. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Ruang PPKO Polres Sanggau. Kegiatan …

Hot Categories